Perbedaan Dongeng Jepang dengan Indonesia yang Mencolok

Perbedaan dongeng Jepang dengan Indonesia - Dilihat dari segi apa saja, Jepang dan Indonesia memang sangat berbeda jauh. Misalnya dari segi teknologi, kedisiplinan dan kemandirian. Dari tiga tolok ukur tersebut, Indonesia bisa dikatakan telah ditinggal jauh.

Perbedaan dongeng Jepang dengan Indonesia

Banyak aspek yang mempengaruhi perbedaan kualitas penduduk dari dua negara ini. Katakan sajalah hal yang paling mendasar, yaitu pola asuh anak dini.

Disetiap negara di dunia, Orangtua kerap sekali menceritakan dongeng-dongeng kepada sang buah hati terutama menjelang tidur di malam hari. Cerita atau dongeng tersebut biasanya berasal dari legenda di negara masing-masing.

Disini saya akan menceritakan sedikit tentang dongeng anak-anak di Jepang dan di Indonesia yang menurut saya sangat berbeda dan berdampak besar terhadap jati diri anak-anak di kedua negara, terutama saat bernjak dewasa.

Di Indonesia, yang paling sering diceritakan kepada anak-anak adalah "Si Kancil, pencuri mentimun" yang licik, suka mencuri dan pemalas. Kemungkinan besar ini adalah salah satu penyebab negara ini banyak koruptor, orang-orang yang licik dan para pemalasnya.

Berbeda dengan di Jepang, dongeng yang paling populer di kalangan anak-anak disana adalah cerita seekor katak yang jatuh ke lubang. Katak tersebut tidak bisa keluar karena tidak ada yang menolong, dia tetap melompat dan tetap terjatuh hingga berkali-kali.

Sampai akhirnya ia melihat batu, kemudian melompat ke batu itu dan lanjut melompat keluar dari lubang. Alhasil, dia bisa keluar dari lubang tersebut.

Akhirnya katak itu berhasil keluar berkat kerja keras dan pantang menyerah. Hasilnya ya itu, kita bisa lihat sendiri bagaimana orang-orang Jepang, begitu disiplin, mandiri, pekerja keras dan tidak bergantung kepada orang lain.

Terlepas dari tulisan diatas, ini hanyalah sebuah contoh. Bukan bermaksut apa-apa, semoga bermanfaat dan terima kasih.